No HP : 0878-9894-4006 (WA/CALL)
Alamat : Jalan Gedung Batu Utara IV no 4, Semarang
Email : turismatravel@gmail.com
Welcome to Turisma Travel Services Official Webs Travel The World Wonderful Indonesia
  
 

COMPANY PROFILE

 

CUSTOMER SUPPORT

SMS087898944006 (Phone)
Pin BBD359034E (Pin BB)
Whatsapp087898944006 (WA)
Telpon(024) 76431168 (Office)
GTalkTurismatravel@gmail.com
 
 

FACEBOOK FANPAGE

 

STATISTIC SITE

Total Pengunjung


648682
IP Address : 18.204.48.40:80

       Visitors Today:80
       Online : 3
 

Berita

8 Panduan Mendaki Aman Saat Musim Hujan

Ditulis oleh : vey ifvel | 21:57, 28 Mei 2016 | 3 Komentar | Dibaca 2532 kali

Hujan bukan penghalang untuk tetap mendaki gunung, Mendaki saat memasuki musim penghujan, tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri. Rasa khawatir kerap muncul bila mana hujan tetiba datang. Namun, tak perlu khawatir, hal-hal berikut ini dapat Turismania coba terapkan sebagai panduannya.

 

1.    Pakaian

Saat mendaki di musim penghujan, setiap pendaki harus menggunan pakaian yang bersifat dry fit atau mudah kering. Hindari juga untuk menggunakan celana berbahan jeans, karena jeans sulit kering. Selain itu, pakai juga jaket yang bersifat waterproof dan tahan angin.

 

2.    Manajemen Packing

Lapisi selalu bagian dalam carrier dengan trash bag, untuk menghindari air merembes masuk ke carrier. Setelahnya, masukkan satu per satu barang-barang yang sudah dimasukan ke dalam plastik atau dry bag. Pisahkan antara pakaian, alat mandi, dan lain-lain. Khusus untuk barang-barang elektronik, harus dimasukkan ke dalam kotak plastik (*sebaiknya matikan dahulu alat komunikasi atau elektronik, karena alat komunikasi dapat menghatarkan elektroda, sehinga petir dapat menyambar). Untuk ponco atau jas hujan, letakkan di head carrier, agar memudahkan Turismania mengambilnya. Sedikit tambahan, usahakan membawa ponco berbentuk kelelawar, yang dapat berfungsi sebagai shelter darurat bila hujan turun tiba-tiba. Terakhir, lindungi carrier dengan rain cover.

 

3.    Jangan Gunakan Sandal

Jangan Gunakan Sandal 

Untuk menghadapi jalur yang licin, dan berlumpur, usahakan untuk tidak menggunakan sandal. Langkah akan menjadi berat bila sandal sudah terperangkap dalam lumpur. Sebaiknya gunakan sepatu gunung yang tahan air, dan kaos kaki. Sebagai tambahan juga, ada baiknya Turismania menggunakan gaiter. Gaiter berfungsi untuk melindungi kaki dari lintah atau pacet, yang kerap keluar saat musim hujan.

 

4.    Hati-hati Saat Melewati Aliran Sungai

Bila Turismania ingin menyebrangi sungi saat turun hujan, amati warna airnya. Bila berwarna cokelat dan keruh, tandanya terjadi banjir di hulu. Untuk itu, sebaiknya tidak menyerangi sungai terlebih dahulu, dan segera carilah posisi yang tinggi dari bibir sungai. Tunggulah sampai arus sungai reda, karena dikhwatirkan adanya banjir bandang.

 

5.    Pelajari Jalur yang Akan Dilalui

Pelajari Jalur yang Akan Dilalui 

Pilihlah jalur yang telah Turismania kuasai, atau telah dipelajari sebelumnya. Hindari jalur yang rawan longsor. Hafalkan juga titik lokasi tiap shelter. Bila memang masih jauh dan cuaca sudah tidak mendukung, sebaiknya segera dirikan tenda dan lindungi dengan flysheet. Bila masih ada vegetasi, lihatlah kondisi pohon tersebut. Hindari pohon yang tinggi dan lapuk, karena dapat tersambar petir dan tumbang saat terkena angin.

 

6.    Simpan Nomor Penting

Untuk berjaga-jaga dalam keadaan darurat, simpanlah kontak petugas dan berikan nomor pribadi Turismania kepada petugas basecamp.

 

7.    Selalu Pantau Cuaca

Sebelum mulai mendaki, sebaiknya pantau dahulu cuaca di daerah gunung tersebut di aplikasi AccuWeather. Cuaca di gunung memang sulit diprediksi, namun setidaknya Turismania dapat bersiap-siap.

 

8.    Atur Strategi

Mendaki di musim hujan itu memerlukan strategi. Bila mendaki dalam rombongan besar, posisikan orang-orang yang kuat di depan, agar saat hujan turun, mereka dapat langsung mendirikan tenda. Bila rombongan kecil, atur jarak agar selalu dekat.

viagra generico | 16:09, 02 Oktober 2019
Los pequeños cambios pueden hacer una gran diferencia. La eyaculación precoz es la aparición de una eyaculación prematura en el hombre, puede presentarse segundos después de la penetración o incluso antes de la misma. Los síntomas de la disfunción eréctil (DE) incluyen poder conseguir una erección a veces, pero no siempre; poder tener una erección pero no tenerla dura lo suficiente como para tener relaciones sexuales; y no poder obtener una erección en cualquier momento.
 
 
Kunjungi : https://comprarviagragenerico.com/
 
cialis genérico | 01:45, 06 September 2019
Uno espectadora cuando se centra en si mismo desde una perspectiva en tercera persona en vez de centrarse en sus sensaciones o las de su pareja durante la actividad sexual. Las arterias tupidas también pueden causar problemas de erección en el hombre, debido al bloqueo de la sangre hace muy difícil bombear la sangre a todo el sistema.
 
 
Kunjungi : https://comprarcialis.online/
 
comprar viagra genérico | 23:43, 04 September 2019
Ahora que sabemos algunas de las causas de esta enfermedad, es necesario conocer algunos remedios que pueden ayudarte a mejorar esta condición y gozar de una vida sexual sana. Uno de ellos es la impotencia sexual masculina, que impide a muchos hombres disfrutar plenamente de su vida sexual, y en algunos casos de la vida general.
 
 
Kunjungi : https://comprarviagragenerico.com/
 

Berikan komentar anda

Nama Lengkap
E-Mail
Website
Komentar
9 + 5 =
Promo Liburan >> KLIK DISINI
0878 9894 4006
info@turisma.co.id